Total Tayangan Laman

Selasa, 14 Juni 2011

SPESIFIKASI TEKNIS PERANGKAT TELEKOMUNIKASI

PERSYARATAN TEKNIS PERANGKAT RADIO SIARAN

1. U M U M

1.1. Ruang Lingkup

Standar ini meliputi definisi, singkatan, istilah, persyaratan umum, dan
Perangkat Radio Siaran.

1.2. Definisi

Perangkat Radio Siaran adalah alat/perangkat radio yang berfungsi
sebagai pemancar (transmitter) yang dipergunakan untuk dan bekerja
pada pita frekuensi MF, HF, VHF dan UHF.


Signal to Noise Audio Distortion
milli Amper
Mikro Volt
derajat Celcius
derajat Kalvin





Telekomunikasi :

Setiap pemancar, pengirim atau penerimaan tiap jenis tanda,
gambar, suara, dan informasi dalam bentuk apapun melalui
sistem kawat, optik, radio atau sistem elektromagnetik lainnya.

Stasiun

Suatu atau beberapa stasiun pemancar dan/atau stasiun
penerima termasuk perlengkapannya yang diperlukan di suatu
tempat.

Alat Komunikasi

Setiap alat, pelengkap atau perangkat yang dipergunakan
dalam pelaksanaan telekomunikasi.

Daya Keluaran Pemancar

Daya gelombang pembawa (carrier power) dari suatu pemancar
yang dikeluarkan penguat akhir.

Emisi Tersebar

Emisi pada suatu frekuensi atau frekuensi-frekuensi yang
muncul di luar pita yang diperlukan yang levelnya dapat
dikurangi tanpa mempengaruhi penyaluran informasi.

Intermodulasi

Produk dari dua frekuensi atau lebih pada perangkat atau
sistem yang tidak linier yang berupa gelombang-gelombang
baru yang frekuensinya bervariasi termasuk harmonisa
gelombang-gelombang masukan tersebut.


Lebar Pita (Bandwidth)

Untuk suatu kelas emisi tertentu yang dapat diartikan sebagai
lebar dari pita frekuensi yang cukup untuk menjamin
pengukuran informasi dengan kecepatan dan mutu persyaratan
tertentu.


Daerah Frekuensi Kerja

Bagian dari spektrum frekuensi radio yang dibatasi oleh dua
frekuensi tertentu untuk suatu dinas.


Kesalahan Frekuensi

Perbedaan antara frekuensi gelombang-gelombang pembawa
tanpa modulasi yang terukur terhadap frekuensi yang
seharusnya, dan kesalahan frekuensi dinyatakan dalam bagian
perjuta.

Image Rejection Radio

Merupakan perbandingan antara :

Level input Image Frequency yang tidak diinginkan untuk
menghasilkan daya keluaran penerima (Output Power
Receiver) tertentu.

Level Input dari frekuensi yang diinginkan daya keluaran
penerima (Output Power Receiver) yang sama.

SINAND

Suhu perbandingan yang dinyatakan dalam dB dari sinyal plus
noise dan distorsi terhadap sinyal plus distrosi, di mana yang
pertama menyatakan daya audio yang dihasilkan dari suatu
modulasi gelombang pembawa dan kedua adalah sisa audio
setelah sinyal audionya diambil.

( S+N+D )
N+D

1.4.12. Temperatur Ruang

Suhu dari media sekitarnya karena dari gas atau cairan.

1.4.13. Kelembaban

Jumlah kandungan uap air di atmosfir yang dinyatakan dengan
beberapa ukuran, misalnya kelembaban relatif.

1.4.14. Standar

Standar adalah spesifikasi teknis atau sesuatu yang
diberlakukan disusun berdasarkan konsensus semua pihak
yang terkait dengan memperhatikan syarat-syarat kesehatan,
keselamatan, perkembangan masa kini dan masa yang akan
datang untuk memperoleh manfaat yang sebesar-besarnya.

2. PERSYARATAN

2.1. Umum

Perangkat Radio Siaran harus merupakan perangkat yang kokoh serta
bagian-bagiannya tersusun baik, rapi, dan mudah dikenal sesuai
dengan fungsi dan pengoperasiannya. Dan harus terlindungi dari
kemungkinan masuknya benda-benda asing, serangga dan lain
sebagainya, misalnya dengan cara menutup lubang dengan kain kasa.

Perangkat Radio Siaran terdiri dari, antara lain :

2.1.1. Unit Display

Unit Display perangkat Radio Siaran harus dapat dibaca dengan
jelas dan mudah dipandang mata (tidak tersembunyi) atau harus
diletakkan di bagian muka (Front Panel) dan harus dapat
menampung dengan jumlah digit yang cukup untuk pemakaian
perangkat Radio Siaran tersebut. Menggunakan bahan type
Twisted Neumatic Liquid Crystall atau jenis lain yang lebih baik
atua sama kualitasnya, serta menggunakan catu daya yang
rendah.

2.1.2. Unit Tombol

Unit tombol-tombol fungsi perangkat Radio Siaran harus
diletakan dibagian muka (Front Panel) rumah perangkat serta
mudah digunakan (penekanan tidak harus dipaksa). Tombol-
tombol tersebut diberi pengenal untuk pengoperasiannya dengan
fungsi-fungsinya.

2.1.3. Unit Microphone

Unit Microphone perangkat Radio Siaran harus baik, rapi, kokoh,
dan mudah dikenal sesuai dengan fungsinya. Terbuat dari bahan
plastik yang kuat tidak mudah pecah dan mempunyai permukaan
yang halus serta mudah dibersihkan. Unit Microphone adalah
utas Microphone dan Tombol ON/OFF.

2.1.4. Perangkat Radio Siaran harus dapat beroperasi dengan sumber
catuan daya sebagai berikut :

Sumber Catuan Daya
Perangkat Radio Siaran haurs dapat beroperasi dengan sumber
catuan daya sebagai berikut :

•Sumber tegangan AC atau arus bolak balik harus dapat
beroperasi dengan sumber catuan daya sebagai berikut :

− AC : 220 Volt ± 10% atau/dan
110 Volt ± 10%

− Frekuensi : 50 Hz

•Sumber Tegangan DC atau Arus Searah adalah sebagai
berikut :

− Tegangan DC : 24 Volt ± 10% atau/dan
12 Volt ± 10%

2.2. Persyaratan Teknis

2.2.1. Pita Frekuensi Kerja

Daerah Pita Kerja perangkat Radio Siaran adalah sebagai
berikut :

a. Pita Frekuensi 526,5 KHz s/d 1606,5 KHz untuk AM

b. Pita Frekuensi 87 s/d 108 MHz untuk FM

c. Pita Frekuensi Radio Indonesia (catatan kaki Internasional
S5.XXX-final ACTS WRC ’95)

2.2.2. Daya Keluaran Pemancar

Daya keluaran Pemancar perangkat Radio Siaran yang diizinkan
adalah berdasarkan klasifikasi sebagai berikut :

a. Perangkat Radio Siaran (AM) dengan Daya Keluaran
Pemancar maksimum yang diperolehkan sebesar 2500 Watt.

b. Perangkat Radio Siaran (FM) dengan Daya Pemancar
Maksimum yang diperolehkan sebesar 2000 Watt.

c. Daya pancar sebagaimana disebut pada butir a, b, tergantung
lokasi pemancar dan berdasarkan izin yang ditetapkan.

2.2.3. Modulasi

Modulasi yang digunakan untuk perangkat Radio Siaran adalah
Amplitude Modulation (AM) dan Frekuensi Modulation (FM).

2.2.4. Siaran

a. Perangkat Radio Siaran AM
harus dapat menghasilkan siaran Mono.
b. Perangkat Radio Siaran FM
harus dapat menghasilkan siaran Streo dan/atau Mono.

2.2.5. Stabilitas Frekuensi

Stabilitas Frekuensi pada Pesawat Radio Siaran sebesar :
± 0.005% pada temperatur (5 s/d 50)0C.

2.2.6. Impedansi RF

Impedansi perangkat Radio Siaran adalah 50Ω (Coax).

2.2.7. Temperatur Ruang

Perangkat Radio Siaran harus dapat bekerja/beroperasi dengan
baik pada kondisi iklim tropis dengan temperatur ruang yang
mempunyai suhu (5 s/d 45)0C dan kelembaban 20% s/d 85%.

2.2.8. Emisi Tersebar (untuk Radio Siaran AM)

Selisih maksimum daya keluaran gelombang pembawa dari setiap
Emisi Tersebar pada perangkat Radio Siaran AM adalah 40 dB.

2.2.9. Emisi Tersebar (untuk Radio Siaran FM)

Selisih maksimum daya keluaran gelombang pembawa dari setiap
emisi tersebar pada perangkat Radio Siaran FM adalah sebesar :

− Untuk ≤ 1000 Watt = 50 dB
− Untuk > 1000 Watt = 60 dB

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar